| Wisuda Super Mahakarya Balatkop |
|
Ini baru inovasi namanya. Dalam sejarah hidup keorganisasian Dinas Koperasi dan UMKM yang merupakan lembaga pemerintah, mempunyai gawe besar dalam pendidikan sosial organisasi birokrasi. Wisuda dilaksanakan di Taman Rekreasi Bendungan Selorejo pada Nopember 2010. Setidaknya ada 3 orang yang dinyatakan lulus dengan predikat suma cumlaude, di antaranya Kusharyoto, SH. Abubakar dan Ir Estu Hariyanto.Untuk memberikan nilai dan predikat kelulusannya ini tidaklah mudah. Ada tim tersendiri yang bekerja secara simultan, yang kebanyakan adalah widyaiswara. Itupun ada dasar kriterianya, antara lain: Knowledge, ditandai dengan sejauh mana penguasaan sumber hukum dalam melaksanakan pendidikan di Balatkop. Berpengetahuan luas sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan karyawan maupun widyaiswara dalam mengembangkan pengalamannya.
Attitude, ini yang paling penting. Di mana semua pejabat yang ada di Balatkop tentunya mampu dan mesti bisa ngemong idealismenya para widyaiswara. Human interesnya juga sangat mempengaruhi performan lembaga diklat, termasuk bagaimana interpersonal komunikasinya dengan lingkungan diklat, mampu membuat citra baik pribadinya atau malah sebaliknya. Inovasi, juga menjadi bahan penilaian. Contohnya yang dilakukan oleh Kusharyoto, yang dengan menyediakan makan siang bagi semua karyawan Balatkop, mulai dari eselon, widyaiswara hingga juru masak semua punya hak untuk mendapatkan makan siang di kantor. Baik saat itu ada pelatihan ataupun tidak ada pelatihan. Kreatif, ditandai dengan perubahan yang terjadi pada kondisi fisik Balatkop. Misalnya diubahnya gudang yang selama bertahun-tahun mangkrak tidak berguna, disulap menjadi kantor baru dan cantik, kamar tidur kapasitas 10 orang dan 15 orang semua kamar mandi dalam. Lapangan bulutangkis sebagai sarana olahraga. Penambahan kelas baru dan laboratorium komputer serta fasilitas lain yang sangat membantu proses bekerja. Maka dari berbagai kriteria/standar penilaian itulah menghasilkan nilai rangking yang berbeda di antara tiga kontestan wisudawan Balatkop ini. Apapun wujudnya itulah kreativitas para insan Balatkop yang telah menorehkan ide gila dalam rangka menghormati masa akhir tugas pejabatnya. Ceremonial hanyalah simbol, tapi yang penting esensi untuk menghormati orang-orang yang telah berbuat baik terhadap lembaga Balatkop itulah yang mesti dilestarikan. (bambang sigit pramono) |

Skill, merupakan keahlian khusus yang diperlihatkan kepada seluruh karyawan ataupun widyaiswara dalam mengelola organisasi pendidikan di Balatkop. Mampu bernegosiasi dengan lembaga lain dalam mencari pasar pendidikan koperasi dan kewirausahaan. Yang lebih penting adalah kemampuannya untuk merayu dan bermitra dengan widyaiswara.