| AKRI Jatim Lantik 23 DPC |
|
Bertempat di Hotel Sahid Montana, Malang, 25 Agustus 2010, Dewan Penguruis Pusat (DPP) Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia (AKRI) Jawa Timur melantik 23 DPC AKRI di Jawa Timur. Nota pelantikan dibacakan oleh Ketua DPP AKRI Jawa Timur, Drs Ec Humala Sibuhea, dengan disaksikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Drs Braman Setyo, M.Si. Selain 84 orang pengurus inti DPC AKRI di Jatim, hadir dalam pelantikan ini wakil Dinas Koperasi dan UMKM di seluruh Jawa Timur dan 30 orang pengurus koperasi di Jawa Timur yang mempunyai usaha di bidang swalayan. Masih dalam rangkaian pelantikan, pada Kamis (26/8), di tempat yang sama, DPP AKRI mempertemukan pengurus DPC AKRI dengan principal, di antaranya Wing Surya, Indofood, Bimoli Group, Orang Tua Group dan Kimberly-Clark Indonesia.Duapuluh tiga DPC yang dilantik yaitu DPC AKRI Kab. Banyuwangi, Kab. Lumajang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kan. Probolinggo,Kab. Pasuruan, Kab. Ponorogo, Kab. Situbondo, Kab. Sampang, Kab. Trenggalek, Kab. Lamongan, Kab. Jombang, Kab. Sidoarjo, Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Kab. Kediri, Kab. Jombang, Kab. Tulungagung, Kota Malang, Kab. Gresik, Kab. Malang, Kab. Pasuruan dan Kab. Nganjuk. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Drs Braman Setyo, M.Si, dalam sambutannya berharap 15 kabupaten/kota di Jawa Timur yang belum membentuk AKRI segera membentuk DPC AKRI. ”Limabelas kabupaten/kota yang belum ada DPC AKRI mohon mengikuti 23 kabupaten/kota yang sudah berdiri DPC AKRI,” kata Braman Setyo sembari mengatakan akan meminta Kementerian Negara Koperasi dan UKM memberi piagam penghargaan kepada 23 kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah membentuk AKRI. Dikatakan oleh Braman Setyo, saat ini di Jawa Timur terdapat 22.679 unit koperasi. Dari jumlah itu sebanyak 7.730 unit koperasi atau 30%-nya melakukan kegiatan usaha di sektor ritel (pertokoan), baik yang berskala semi modern, tradisional maupun pracangan. Mereka yang diharapkan menjadi anggota AKRI. Jumlah tersebut sangat besar dan strategis karena tersebar hampir di pelosok desa dan kota.Bandingkan dengan ritel modern yang diperkirakan jumlahnya hanya 1.500 unit. ”Faktanya ritel modern non koperasi tersebut telah mampu menggeser perilaku fanatisme masyarakat konsumen, mampu membentuk kebiasaan baru dan menarik masyarakat konsumen menjauh dari usaha ritel koperasi. Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, dengan dibantu AKRI Jatim, mendorong usaha ritel di kabupaten/kota agar lebih bagus lagi,” kata Braman Setyo. Nantinya, setelah terbentuk AKRI, dalam 10 hari ke depan masing-masing DPC AKRI sudah harus menunjuk salah satu anggotanya atau koperasi yang mempunyai usaha ritel, untuk menjadi distributor di wilayahnya. Setelah itu distributor bersama ketua DPC mengikuti pelatihan dari konsultan AKRI, yaitu PT Anugerah Efrata Jaya Abadi. |

Selain 84 orang pengurus inti DPC AKRI di Jatim, hadir dalam pelantikan ini wakil Dinas Koperasi dan UMKM di seluruh Jawa Timur dan 30 orang pengurus koperasi di Jawa Timur yang mempunyai usaha di bidang swalayan. Masih dalam rangkaian pelantikan, pada Kamis (26/8), di tempat yang sama, DPP AKRI mempertemukan pengurus DPC AKRI dengan principal, di antaranya Wing Surya, Indofood, Bimoli Group, Orang Tua Group dan Kimberly-Clark Indonesia.
Dikatakan oleh Braman Setyo, saat ini di Jawa Timur terdapat 22.679 unit koperasi. Dari jumlah itu sebanyak 7.730 unit koperasi atau 30%-nya melakukan kegiatan usaha di sektor ritel (pertokoan), baik yang berskala semi modern, tradisional maupun pracangan. Mereka yang diharapkan menjadi anggota AKRI. Jumlah tersebut sangat besar dan strategis karena tersebar hampir di pelosok desa dan kota.