Redaksi Buletin Lensa

Powered by JoomlaGadgets

Jaya dengan Kripik Pisang

Kabupaten Lumajang-Kabupaten Lumajang sejauh ini dikenal sebagai sentra pisang. Pisang yang melimpah merupakan peluang dan dimanfaatkan oleh S. Mahindar sebagai ladang usaha. Melalui bendera UD Sabrina, Mahindar memproduksi kripik pisang. Selain pisang, Mahindar juga memanfaatkan hasil pertanian di Kabupaten Lumajang, yaitu nangka dan jahe.

Kripik pisang yang diproduksi dikemas dalam tiga rasa, yaitu manis, asin dan nano-nano. Dalam satu bulan UD Sabrina mampu memproduksi antara 1 sampai 1,5 ton per bulan. “Mengenai kapasitas produksi cukup signifikan, bergantung pada permintaan pasar dan musim buah,” kata Mahindar.
Adapun produksi lainnya, kripik telo ungu sebanyak 1 ton/bulan, stik sukun sebanyak ½ ton/bulan, kripik nangka sebanyak 1 ton/bulan, kripik gadung sebanyak 2 kuintal/bulan dan rengginang sebanyak ½ kuintal/bulan.

Dikatakan oleh Mahindar, usaha kripik pisang merupakan produktivitas yang tinggi dengan biaya sedang, namun tetap menghasilkan barang yang berkualitas. Harapannya bisa mencapai keuntungan yang memadai sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan karyawan. “Karyawan kami tuntut untuk mampu berpikir cerdas, yaitu cara bekerja yang praktis, mudah dan cepat serta hasil yang memuaskan,” kata Mahindar.

Sabrina tidak memungkiri adanya kendala dalam usahanya. Pertama adalah kompetensi SDM masih belum semua mempunyai keterampilan yang bisa menciptakan produk inovatif. Meski demikian setiap karyawan mempunyai keahlian sendiri-sendiri. Kedua, petani pisang kurang meningkatkan sistem budidaya tanaman pisang agar mendapatkan hasil panen berkualitas tinggi.

Ketiga, ketidakstabilan pasar mengganggu pengusaha kecil karena harga bahan baku pokok mengalami naik turun. “Sedangkan untuk menaikkan harga penjualan hasil produksi cukup memberatkan konsumen,” kata Mahindar.

Untuk mengatasi kendala tersebut dijalin komunikasi dengan berbagai pihak, baik komunikasi maupun mengikuti forum-forum formal tingkat regional/nasional. Dengan demikian UD Sabrina mengedepankan kualitas/kuantitas produksi demi kemajuan usahanya.

Masalah SDM, Mahindar merekrut lulusan SD dan sebagian kecil SMP. Mereka mengikuti pelatihan-pelatihan sehingga mempunyai keahlian dalam mengolah kripik pisang. “Walau lulusan SD tapi itu bukan kendala karena pemahaman terhadap proses produksi lebih mudah dan berjalan dengan baik,” kata Mahindar.

Setidaknya ada empat pembinaan yang dilakukan ke karyawan, yaitu menanamkan rasa tanggung jawab dan kejujuran. Kedua, pemahaman terhadap peralatan yang digunakan. Ketiga, pelatihan tentang mkutu dan keamanan pasar. Keempat, jiwa kewirausahaan.(*)