|
Kota Pasuruan-Munculnya koperasi wanita baru di Kota Pasuruan menambah semarak suasana perkoperasian di Kota Pasuruan. Sedikitnya, 36 Kopwan sudah terbentuk, dan 32 Kopwan di antaranya adalah Kopwan baru yang terbentuk di tahun 2010. Sayangnya, semaraknya pertumbuhan Kopwan tidak diiringi dengan perimbangan dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
Terkait dengan itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Pasuruan berupaya mengerek peningkatan kualitas SDM untuk memberdayakan Kopwan-Kopwan yang baru terbentuk tersebut. Salah agenda penting yang belum lama dilakukan dinas adalah menggelar bimbingan teknis dan usaha bagi Kopwan. Digelar di Hotel Tanjung di Jalan Wilis Prigen, bimbingan teknis dan usaha bagi Kopwan diikuti 34 pengurus Kopwan.
Peningkatan kemampuan pengurus Kopwan dalam hal ini senada dengan kenyataan bahwa proporsi kaum perempuan yang aktif masih tertinggal dibanding dengan laki-laki. Terutama dalam tingkat pengambilan keputusan dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi. Hal ini karena kultur dan pemahaman yang kurang mendukung terkait potensi perempuan yang tetap masih dipandang sebelah mata. Tidak dipandang penting dalam hal kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan perempuan. Apalagi muncul penilaian bahwa perempuan hanya cukup sebagai menambah pendapatan keluarga saja atau hanya cukup melakukan usaha sampingan.
Dengan pelatihan peningkatan kualitas SDM tersebut, minimal berbagai permasalahan yang dihadapi kaum perempuan yang krusial seperti sulitnya akses untuk memperoleh pendanaan untuk sebuah lembaga, modal kerja, kredit, sulitnya melakukan pendaftaran usaha, kurangnya jaminan keuangan, terbatasnya ruang gerak, terbatasnya pengetahuan teknologi, informasi pasar dan SDM, sering dijumpai kaum perempuan yang melakukan usaha warung atau mlijo yang terjerat bank titil karena memang tidak mampu, sehingga karena tiap hari harus membayar bunga sangat tinggi maka kerasnya tiap hari seolah tidak membawa hasil.
Kaum perempuan sebagai pemain sentral dalammenjamin kesejahteraan keluarga sepatutnya diberikan kesempatan ekonomi untuk menjamin ketahan dasar kelurga melalui peningkatan akses, termasuk akses sumber daya ekonomi.
Dapat dikatakan bahwa peningkatan ekonomi keluarga melalui peran perempan dapat tercipta manakala perempuan berkelompok bersama sesama kaumnya untuk melakukan suatu kegiatan usaha. Salah satu pilihan wadah usaha bagi Kelompok Perempuan adalah melalui Koperasi Wanita. (Sukwanti Astiwi) |