Redaksi Buletin Lensa

Powered by JoomlaGadgets

Menunggu Kepedulian

” Saudara-saudara...
Dan akhirnya saya mendukung penuh gerakan masyarakat sadar koperasi, mendukung penuh gerakan minum susu. Kalau anak-anak kita rajin minum susu, akan jadi juara kelas, cerdas ...” demikian cuplikan transkripsi sambutan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada peringatan Hari Koperasi ke-63 tahun 2010 pada Juli lalu di lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya.

Minum susu... bagi keluarga yang berkecukupan adalah hal biasa. Anak-anak mereka, sebagian generasi muda bangsa ini siap meminum susu 1 - 2 kali sehari, seminggu 2 kali atau seminggu sekali. Sedap dan segar. Bagaimana dengan anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung, yang mereka juga bagian dari generasi muda lainnya?

Membicarakan diversifikasi usaha koperasi penghasil susu, yang anggotanya adalah para peternak sapi perah adalah hal yang sangat diperlukan. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang menghasilkan susu terbanyak hanya sebagian besar yang dapat diterima oleh produsen susu di Jawa Timur (Nestle, PKIS Sekar Tanjung di Pasuruan ). Masih ada susu segar yang belum terolah dengan baik. Syukurlah beberapa Koperasi yang anggotanya para petani sapi perah telah berupaya membuat permen susu, snack susu, dst.

Selain sebagai lembaga ekonomi rakyat, koperasi juga diharapkan mempunyai jiwa sosial. Beberapa koperasi yang telah maju juga menerapkan sisi ini. Secara internal jiwa sosial telah ditumbuhkan apabila salah satu anggota koperasi ada yang sakit, maka dana yang telah disisihkan dapat dipergunakan untuk membantu keluarga anggota. Secara eksternal, ada keterlibatan koperasi dalam kegiatan sosial untuk masyarakat, semacam bhakti sosial (pembangunan di sekitar koperasi berkedudukan, sunatan massal, dll).

Kedua sisi ini, sebagai lembaga ekonomi dan mempunyai jiwa sosial merupakan amanah bagi pengurus untuk melaksanakannya dan anggota koperasi akan mendukungnya. Dalam hal diversifikasi, modal yang diperlukan tidaklah sedikit. Selain cooling unit dan prasarana lain, karyawan koperasi haruslah mempunyai keterampilan dan keahlian tertentu. Sisi kebersihan sangatlah terstandar. Demikian juga memikirkan dan menumbuhkan jiwa sosial yang diwujudkan dalam kegiatan sosial koperasi bukanlah hal yang gampang.  Pengurus harus berusaha maksimal mewujudkan kegiatan yang terencana dalam Rencana Kerja / Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi, memperoleh keuntungan usaha dalam Sisa Hasil Usaha ( SHU ). Dan dari SHU inilah akan disisihkan sebagian untuk dana sosial.

Adalah suatu saat koperasi akan membagikan susu gratis untuk keluarga yang kurang beruntung, di mana anak-anak mereka, sebagian generasi muda kita akan minum susu segar dan sedap 1-2 kali sehari, seminggu 2 kali atau seminggu sekali. Kegiatan ini dapat melalui PAUD, Taman Kanak-Kanak atau Sekolah Dasar di sekitar koperasi, di mana anak-anak ini masih dalam masa pertumbuhan.

”Selamat berjuang teman-teman, saya akan bersama Saudara untuk memajukan koperasi di waktu yang akan datang ...” demikian akhir Sambutan Presiden RI dalam Harkopnas ke-63.